Entahlah,,, pagi ini aku malas,,yang ku tatap hanya segelintir semut di atas meja kerja ku saja,,
,yang sedari tadi riuh ramai mengitari gelas sisa kopi ku semalam,,
apa yg ada dibenak mereka????entahlah,,,mereka tak tau apa-apa tentang semua ini.seandainya saja mereka tau,betapa kotornya sosok mahluk dihadapan mereka(aku) ,mungkin mereka akan jijik berada disini...dan bergegas pergi meninggalkan tempat ini....
entahlah .......dengan entengnya mereka meneriaki teman2nya yg jauh di persimpangan sana.....(santapan lezat. santapan lezat) masa bodoh,,,,tanpa memikirkan sedikitpun apa yg aku rasakan saat ini,iya,,, mereka tetap asyik dgn kegiatannya,,,,,sedangkan aku?????entahlah....
jangankan semut,penciptanya saja... enggan mendengar keluh kesahku" ,,
iya jangankan semut,penciptanya saja masa bodoh dgn tangis lirih ku" ,,
...tuhan selalu menolak uluran tanganku,dan doa2ku selalu di anggap sampah,keluh kesahku selalu di anggap angin lalu,bahkan rengekanku dia anggap berpura-pura,,,,,,,,
laknatkah????atau ini suatu pembelajaran yg tuhan berikan untukku, agar aku mengerti tentang pembenaran yg sebenarnya dan faham akan keberadaannya,,,,,,,
iya,,,aku akui aku memang pendosa,,,,aku akui selama ini aku lupa,,,iya aku sadar,,sudah lama tak kusambangi rumahnya(tuhan),,,tapi mengapa???tuhan selalu menghadiahi ku luka,,,bertubi-tubi tuhan menghujaniku duka,,,ditengah perjalanan taubatku yg sedikit demi sedikit aku jalankan,,,ditengah penghapusan hitamku yg selama ini mengikat kuat ruang gerakku,,,,
lalu skenario apa ini?????entahlah..........
mungkin tuhan masih membenciku,,,,dan aku masih menunggu keajaibannnya,seperti keajaiban yg dia torehkan terhadap mahluk-mahluk yg dia cintai,,,,dan aku masih menanti kasih sayangnya,seperti kasih sayang yg dia berikan kepada mahluk-mahluk pilihannya,,,,namun jika boleh aku berujar,sampai kapan aku menunggu????sampai kapan aku bersabar????aku lelah tuhan,,beban yg ku pikul semakin berat,,,aku butuh petunjukmu,,
mana?????mana petunjukmu????selama ini hanya samar yang terlihat,,,selama ini hanya sebatas bias tak jelas,,tanpa sedikitpun menunjukan dimana titik cerah mu,. tuhan,,,,ini sudah terlalu lama mengendap, dan sampai saat ini,,,, belum juga ku temukan suatu titik yg aku mau...karena seharusnya lah dititik itulah aku pijakan kaki ku,,,,,karna ku yakin di titik itulah aku mampu menjadi pribadi yg kau cintai,,,begitupun sebaliknya.,aku menantinya tuhan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar